|
Yap! Bulan Ramadhan tak terasa sudah
bertandang. Ini bulan penuh perjuangan. Bulan dimana umat mukmin sejagad raya
dihadapkan pada sebuah pertarungan. Yang namanya pertarungan, pasti ada yang
jadi musuh, ada yang jadi petarung, dan yang pasti, ada yang kalah dan ada yang
menang. Uniknya, di bulan Ramadhan ini, si musuh dan si petarung ini ternyata
berkumpul di satu badan. Ah, yang bener?
Begini
penjelasannya, menurut Syaikh Sa’id Hawwa, sebenarnya di dalam tubuh kita
memang terdapat pertarungan, yang disebabkan adanya lintasan-lintasan hati yang
berbeda. Nah, lintasan hati manusia itu ada 4. Yaitu lintasan rabbani, lintasan
nafsani, lintasan syaithani,
dan lintasan malaki. Nah
lhooo, apaan itu?
Lintasan
rabbani adalah lintasan yang fitrah, yakni lintasan hati untuk senantiasa taat
kepada ﷲ. Bertingkah sesuai
dengan kehendak ﷲ. Jika kita senantiasa tunduk pada kebenaran,
mengikuti panggilan nurani, berarti lintasan rabbani kitalah yang menang. Yap,
karena lintasan rabbani memiliki musuh, yaitu lintasan nafsani, yang merupakan
kecenderungan kita buat mengikuti keinginan-keinginan alias hawa nafsu, alias
syahwat yang nantinya akan menjerumuskan kita kepada kerusakan.
Sedangkan
lintasan syaithani dan lintasan malaki adalah faktor eksternal, maksudnya
datang dari luar tubuh kita. Lintasan syaithani adalah kecenderungan hati untuk
tunduk pada bisik-bisik setan yang selalu pengin kita berbuat kemungkaran.
Setan itu sendiri bisa dari golongan jin dan manusia. Jadi, jika ada manusia yang
senantiasa membisikkan kejahatan kepada kita, seganteng apapun secantik apapun,
mereka bisa disebut sebagai setan. Lintasan syaithani akan selalu berhadapan
dengan lintasan malaki, yaitu ajakan malaikat untuk selalu berbuat kebaikan.
Nah,
lintasan-lintasan itu nantinya akan bersekutu. Lintasan rabbani bersekutu
dengan lintasan malaki, akan berperang dengan sengit melawan lintasan nafsani
yang ditunggangi oleh lintasan syaithani. Sekarang jelas kan kenapa bahwa
peperangan itu terjadi dalam tubuh kita sendiri, meskipun juga ada pengaruh
dari luar? Yup, peperangan ini akan terjadi sepanjang masa. Selama nyawa masih
berada dalam jasad kita. Siapa pemenang dari pertarungan itu? Tentu saja, yang
amunisinya paling lengkap, yang paling kuat bertahan dan menggempur ;)
Tak
terkecuali di bulan Ramadhan. Namun satu keistimewaan yang penting kamu catat!
Pada bulan Ramadhan, ternyata skuad lawan kita dikurangi satu! Setan dari jenis
iblis dan jin ini, pada bulan Ramadhan dibelenggu ﷲ. So, lawan kita jadi
berkurang kekuatannya. Makanya, kalau bulan Ramadhan, rasanya kita enaaak dalam
beramal. Tapi tetap ingat lho, bahwa setan dari jenis manusia pun masih
bertebaran. Mereka bersama hawa nafsu dalam diri kita, masih setia
berkolaborasi menggempur keimanan kita.
*****